Rabu, 15 April 2015

NUKLEUS (Inti Sel)



Nukleus (inti sel)

Inti sel atau nukleus adalah organel yang ditemukan pada sel eukariotik. Organel ini mengandung sebagian besar materi genetik sel dengan bentuk molekul DNA linear panjang yang membentuk kromosom bersama dengan beragam jenis protein seperti histon. Gen di dalam kromosom-kromosom inilah yang membentuk genom inti sel.
Fungsi utama nukleus adalah untuk menjaga integritas gen-gen tersebut dan mengontrol aktivitas sel dengan mengelola ekspresi gen. Selain itu, nukleus juga berfungsi untuk mengorganisasikan gen saat terjadi pembelahan sel, memproduksi mRNA untuk mengkodekan protein, sebagai tempat sintesis ribosom, tempat terjadinya replikasi dan transkripsi dari DNA, serta mengatur kapan dan di mana ekspresi gen harus dimulai, dijalankan, dan diakhiri.
Nukleus adalah organel pertama yang ditemukan, yang pertama kali dideskripsikan oleh Franz Bauer pada 1802 dan dijabarkan lebih terperinci oleh ahli botani Skotlandia, Robert Brown, pada tahun 1831. Pada satu sel umumnya ditemukan hanya satu nukleus. Namun demikian, beberapa jaringan tertentu, atau beberapa spesies tertentu memiliki lebih daripada satu nukleus. Inti-inti dalam sel multinuklei ini dapat memiliki peran yang saling mengganti atau saling mengkhususkan diri.
Nukleus terdiri atas beberapa bagian, yaitu nuclear envelope
(membran inti), nukleoplasma, kromatin, dan nukleolus. Meskipun bagian dalam nukleus tidak mengandung badan yang dibatasi oleh membran, isi nukleus tidak seragam dan memiliki beberapa badan subnukleus yang terbentuk dari protein-protein unik, molekul RNA, serta gugus DNA. Contoh utama dari badan subnukleus adalah nukleolus, yang terutama terlibat dalam pembentukan ribosom. Setelah diproduksi oleh nukleolus, ribosom diekspor ke sitoplasma untuk menjalankan fungsi translasi mRNA.

.        Struktur nukleus terdiri atas membran inti (nuclear envelope),  nukleoplasma (cairan inti sel), kromatin, dan nukleolus (anak inti)
2.        Transpor molekul antara nukleus dengan sitoplasma dilakukan melalui pori membran inti
3.        Kromatin tersebar hampir di seluruh bagian nukleus dalam bentuk fiber (serabut) atau pun berupa padatan di beberapa bagian. Serabut kromatin dari eukariotik tersusun atas DNA yang bersatu dengan dua jenis protein nuklear yang utama yaitu protein histon dan nonhiston, tetapi yang utama adalah protein histon
4.        Siklus sel sendiri meliputi pertambahan massa dan duplikasi bahan genetic yang dikenal sebagai interfase dan pembelahan sel. Pada sel eukariotik pembelahan sel ada dua macam, yaitu mitosis dan meiosis.
5.        Nukleus memiliki banyak fungsi, salah satunya didukung adanya materi genetik pada nukleus. Diantaranya nukleus berfungsi untuk sintesis protein, pembelahan sel, pertumbuhan dan diferensiasi


Materi Fisika : Fluida Statis



FLUIDA STATIS

Fluida Statis adalah fluida yang berada dalam fase tidak bergerak (diam) atau fluida dalam keadaan bergerak tetapi tak ada perbedaan kecepatan antar partikel fluida tersebut atau bisa dikatakan bahwa partikel-partikel fluida tersebut bergerak dengan kecepatan seragam sehingga tidak memiliki gaya geser. 
1. Massa Jenis Zat (Density)
Massa jenis adalah pengukuran massa setiap satuan volume benda. Semakin tinggi massa jenis suatu benda, maka semakin besar pula massa setiap volumenya. Massa jenis rata-rata setiap benda merupakan total massa dibagi dengan total volumenya. Sebuah benda yang memiliki massa jenis lebih tinggi (misalnya besi) akan memiliki volume yang lebih rendah daripada benda bermassa sama yang memiliki massa jenis lebih rendah (misalnya air). (http://id.wikipedia.org/wiki/Massa_jenis)
Satuan SI  kilogram per meter kubik (kg/m3                        

Secara matematis, massa jenis dituliskan sebagai berikut.
ρ = m / V
  dengan: = massa (kg atau g),
              V = volume (m3 atau cm3), dan
              ρ = massa jenis (kg/m3 atau g/cm3).

Tabel Massa Jenis atau Kerapatan Massa (Density)
Bahan
Massa Jenis (g/cm3)
Nama Bahan
Massa Jenis (g/cm3)
Air
1,00
Gliserin
1,26
Aluminium
2,7
Kuningan
8,6
Baja
7,8
Perak
10,5
Benzena
0,9
Platina
21,4
Besi
7,8
Raksa
13,6
Emas
19,3
Tembaga
8,9
Es
0,92
Timah Hitam
11,3
Etil Alkohol
0,81
Udara
0,0012

2. Tekanan (p)
tekanan zat adalah gaya yang bekerja pada benda tiap satuan luas benda
Secara matematis, tekanan zat dirumuskan sebagai berikut.
P = F / A
dengan :
F = gaya yang bekerja pada benda
A = luas penampang benda





3. Tekanan  Hidrostatis (Ph)
Tekanan Hidrostatik adalah tekanan yang diakibatkan oleh gaya yang ada pada zat cair terhadap suatu luas bidang tekan pada kedalaman tertentu. Besarnya tekanan ini bergantung kepada ketinggian zat cair, massa jenis dan percepatan gravitasi. 
    Ph    = F / A
            = mg / A
            =  rVg / A
            = rAhg / A
            = rhg 
ket.
P= Tekanan Hidrostatik (N/m2) 
ρ= Massa Jenis (kg/m3) 
g= Percepatan gravitasi ( m/det2) 
h= Kedalaman/ketinggian  (m)

Tekananan Pada Suatu Kedalaman
P = Po + Ph
P = Poρ g h
Dengan :
Po = tekanan udara luar
h  = ke dalaman di ukur dari permukaan
ρ= massa jenis fluida

g = percepatan gravitasi

Barometer Raksa
PA = PB
Poρ g h
Dengan :
ρ = massa jenis raksa  = 13,6 gr / cm 3
g = percepatan gravitasi = 9,8 m / s2
h = tinggi raksa dalam pipa kapiler (cm atau m)
Po = tekanan udara luar = 1 atm atau 76 cm Hg


Hukum Pascal

Tekanan yang di berikan kepada fluida yang memenuhi sebuah ruangan di teruskan oleh fluida itu dengan sama kuatnya ke segala arah tanpa mengalami pengurangan









PRINSIP HUKUM PASCAL

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgYZgnquEhIlTS8mN-rFDs2aIdTs-mAWsk2bFRKX1q8PP0cKsFIOvOTbau0sFymONEgCYWsA31MSjsLal8fN-lwIm9Zu9Kq6spAMeMjpfLs3Hwk2lalJSW5NjJpGWARrWAIdGg4MJrTHLi5/s1600/prinsip+hukum+pascal.png
Di rumuskan :
P1 = P2
(F1/A1) = (F2/A2)
Dengan :
F1 : gaya yang bekerja pd piston 1
F2 : gaya yang bekerja pd piston 2
A1 : luas penampang 1

A2 : luas penampang 2


Bejana Berhubungan
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEguCrsFeXohhGSpdEw_ld1Sl6wajjQb-8HHGphhe-hhhZSy3Iesx4XwCmGd-GCnDmPkiN1wR7QnK_mruMZIGLjTt_4pnb4WYCDZk7BLPBztaj1KuzMVecfonlL06EAyzdqjGwKgZptASLwJ/s1600/bejana+berhubungan.png
Di rumuskan :
P1 = P2
Po + r1gh1 = Po + r2gh2

r1h1  = r2h2



Prinsip-prinsip hukum Pascal dapat diterapkan pada alat-alat seperti
:
1.      PastaGigi
Pasta gigi adalah cairan yang tertutup dalam tabung dengan lubang kecil di salah satu ujung. Ketika bagian ujung satunya dari tabung diperas maka akan menyemprotkan pasta gigi keluar dari ujung terbuka yang satunya. Tekanan diberikan pada tabung dan ditransmisikan secara merata ke seluruh pasta gigi. Ketika tekanan mencapai ujung terbuka, kemudian memaksa pasta gigi keluar melalui lubang tersebut.

2.      Rem Hidrolik
Contoh lain betapa bergunanya hukum pascal adalah prinsip kerja rem hidrolik dalam kendaraan bermotor seperti mobil. Rem hidrolik dalam mobil menggunakan cairan untuk mengirimkan tekanan, gaya yang diberikan pada pedal akan diteruskan ke silinder utama yang berisi minyak rem. Selanjutnya, minyak rem tersebut akan menekan bantalan rem yang dihubungkan pada sebuah piringan logam sehingga timbul gesekan antara bantalan rem dengan piringan logam. Gaya gesek ini akhirnya akan menghentikan putaran roda.

3.      Dongkrak Hidrolik
Dongkrak digunakan untuk mengangkat mobil yang akan dicuci menggunakan hukum pascal. Saat kita mendorong salah satu piston dengan gaya f maka fluida didalamnya tertekan kemudian menyebarkan tekanan dengan merata ke segala arah, sehingga mampu menekan piston lain yang ditumpangi mobil yang kemudian terangkat ke atas.

4.      Suntikan
Begitupun dengan suntikan, kita memberikan tekanan pada salah satu ujung suntikan kemudian cairan keluar melalui ujung tajam jarum suntikan tersebut. dan masih banyak contoh lainnya.



Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjaDO4N11qF-Q0wePM9B_uHsUJXbPvGH2sjHgUZTxNFnD6asFrDWX1HX7gKlrCbpO48lutkMekXTYtWX-zDDqBiOW3VbRQv-LFj4J-rHGf0uTjmVmy5pVf_RtCKPFg0TogCHL9FtbAa3mpu/s1600/mengapung.png

Mengapung

Karena bendanya seimbang, maka :
        åFy = 0
    Fa – w = 0
          Fa  =  w
          Fa  =  mb g
          Fa  = (rb Vb) g
(rf Vbf) g = (rb Vb) g

          rb  = (Vbf/Vb) rf 
Atau

rb  = (Vbf/Vb) rf
              = (A hbf / A hb) rf
  rb  = ( hbf / hb ) rf
Dengan :
rb  = massa jenis benda (kg / m3)
rf   = masa jenis fluida (kg / m3)
hb  = tinggi benda (m)

hbf = tinggi benda dalam fluida (m)

Kesimpulan :
Benda  yang dicelupkan ke dalam fluida akan mengapung, bila massa jenis rata – rata benda lebih kecil daripada massa jenis fluida.

Syarat benda mengapung :

rb < rf

Melayang
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQxxHN9maPDSGK_cVL6hiAzUwQvrFCOZvwtlWftvP4olfaVxd3H1b29P0kQtFoImtEUEufypEJRX7TPDVLfS4WFdYGIdMPssDo0xe022zgcB5V6rl_dO2v1f3Bnn0sfiDLEN8lTIJR4lcA/s1600/melayang.png
Syarat benda melayang :
           Fa = w
(rf Vbf) g = (rb Vb) g
           rf  = rb

Kesimpulan :
Benda  yang dicelupkan ke dalam fluida akan melayang, bila massa jenis rata – rata benda sama dengan massa jenis fluida.

Syarat benda melayang:
rb = rf


Tenggelam
Description: http://materi-forever.blogspot.com/2014/01/fluida-fluida-statis.html
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjxaeS0-OGQNN6Txy3BRP3rHWNNjQ6myAwIH9xzECbDESmD2MFR_udLHFaYK33RfvxL6iWqVsT-4bwjIXmSG7IjUG_rmA1ZQvodyWiP-u7pI_IIek0J-I1FBSxcPbMSp4nTcOBO_GqYP5LH/s1600/tenggelam.png

Dengan cara yang sama di peroleh :
rb > rf
Kesimpulan :
Benda yang dicelupkan ke dalam fluida akan tenggelam, bila massa jenis rata – rata benda lebih besar daripada massa jenis fluida.



TEGANGAN PERMUKAAN

Secara matematis tegangan permukaan di rumuskan :
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi81pz5KC402dUenSJ6rKrR9B84GSalrgYB6_2Nxb5xa6rp2BI_UAujqp4Qd5dCbSyVoPPlRFVzdqEraC0ffUVXIUL-GBzCu1HgI73VWmdrt2eooJYmk1mJuEqy9n4WQVdPQVIvAGBpfZ4G/s1600/TEGANGAN+PERMUKAAN1.png

 Atau

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgY-y0qntuaW-4_KzQCF4kaXgBaoNcmEm10F4cSlRuYRFr5eswUMYS3XTkA14C6l0ZG-RIvtpRMeY3wqRL29gNsgrAftz_CYTOXCgI5YnTC6Lg5hxmdWI3kX7NyaQIzdhIoKurc8gQo0Jd8/s1600/TEGANGAN+PERMUKAAN2.png