FLUIDA STATIS
Fluida
Statis adalah fluida yang berada dalam fase tidak bergerak (diam) atau fluida
dalam keadaan bergerak tetapi tak ada perbedaan kecepatan antar partikel fluida
tersebut atau bisa dikatakan bahwa partikel-partikel fluida tersebut bergerak
dengan kecepatan seragam sehingga tidak memiliki gaya geser.
1. Massa Jenis Zat (Density)
1. Massa Jenis Zat (Density)
Massa
jenis adalah pengukuran massa setiap satuan volume benda.
Semakin tinggi massa jenis suatu benda, maka semakin besar pula massa setiap
volumenya. Massa jenis rata-rata setiap benda merupakan total massa dibagi
dengan total volumenya. Sebuah benda yang memiliki massa jenis lebih tinggi
(misalnya besi) akan memiliki volume
yang lebih rendah daripada benda bermassa sama yang memiliki massa jenis lebih
rendah (misalnya air). (http://id.wikipedia.org/wiki/Massa_jenis)
Secara
matematis, massa jenis dituliskan sebagai berikut.
ρ = m / V
dengan: m = massa (kg atau g),
V = volume (m3 atau cm3),
dan
ρ = massa jenis (kg/m3 atau
g/cm3).
Tabel Massa Jenis atau Kerapatan Massa (Density)
Bahan
|
Massa
Jenis (g/cm3)
|
Nama
Bahan
|
Massa
Jenis (g/cm3)
|
Air
|
1,00
|
Gliserin
|
1,26
|
Aluminium
|
2,7
|
Kuningan
|
8,6
|
Baja
|
7,8
|
Perak
|
10,5
|
Benzena
|
0,9
|
Platina
|
21,4
|
Besi
|
7,8
|
Raksa
|
13,6
|
Emas
|
19,3
|
Tembaga
|
8,9
|
Es
|
0,92
|
Timah
Hitam
|
11,3
|
Etil
Alkohol
|
0,81
|
Udara
|
0,0012
|
2. Tekanan (p)
tekanan zat adalah
gaya yang bekerja pada benda tiap satuan luas benda
Secara matematis, tekanan zat dirumuskan sebagai berikut.
Secara matematis, tekanan zat dirumuskan sebagai berikut.
P = F / A
dengan :
F = gaya yang bekerja pada benda
F = gaya yang bekerja pada benda
A = luas penampang
benda
3. Tekanan Hidrostatis (Ph)
Tekanan Hidrostatik adalah
tekanan yang diakibatkan oleh gaya yang ada pada zat cair terhadap suatu luas
bidang tekan pada kedalaman tertentu. Besarnya tekanan ini bergantung kepada
ketinggian zat cair, massa jenis dan percepatan gravitasi.
Ph
= F / A
= mg / A
= rVg / A
= rAhg / A
= rhg
ket.
P= Tekanan Hidrostatik (N/m2)
ρ= Massa Jenis (kg/m3)
g= Percepatan gravitasi ( m/det2)
h= Kedalaman/ketinggian (m)
P= Tekanan Hidrostatik (N/m2)
ρ= Massa Jenis (kg/m3)
g= Percepatan gravitasi ( m/det2)
h= Kedalaman/ketinggian (m)
Tekananan Pada Suatu
Kedalaman
P = Po + Ph
P = Po
+ ρ g h
Dengan :
Po =
tekanan udara luar
h = ke dalaman
di ukur dari permukaan
ρ= massa jenis fluida
g = percepatan
gravitasi
Barometer Raksa
PA
= PB
Po
= ρ g h
Dengan
:
ρ = massa jenis raksa = 13,6 gr / cm 3
g =
percepatan gravitasi = 9,8 m / s2
h =
tinggi raksa dalam pipa kapiler (cm atau m)
Po
= tekanan udara luar = 1 atm atau 76 cm Hg
Hukum Pascal
Tekanan yang di berikan kepada fluida yang memenuhi
sebuah ruangan di teruskan oleh fluida itu dengan sama kuatnya ke segala
arah tanpa mengalami pengurangan
PRINSIP HUKUM PASCAL
Di rumuskan :
P1
= P2
(F1/A1)
= (F2/A2)
Dengan :
F1 : gaya
yang bekerja pd piston 1
F2 : gaya
yang bekerja pd piston 2
A1 : luas
penampang 1
A2 : luas
penampang 2
Bejana Berhubungan
Di rumuskan :
P1
= P2
Po
+ r1gh1 = Po + r2gh2
r1h1
= r2h2
Prinsip-prinsip hukum Pascal dapat diterapkan pada alat-alat seperti :
1.
PastaGigi
Pasta gigi adalah cairan yang tertutup dalam tabung dengan lubang kecil di salah satu ujung. Ketika bagian ujung satunya dari tabung diperas maka akan menyemprotkan pasta gigi keluar dari ujung terbuka yang satunya. Tekanan diberikan pada tabung dan ditransmisikan secara merata ke seluruh pasta gigi. Ketika tekanan mencapai ujung terbuka, kemudian memaksa pasta gigi keluar melalui lubang tersebut.
Pasta gigi adalah cairan yang tertutup dalam tabung dengan lubang kecil di salah satu ujung. Ketika bagian ujung satunya dari tabung diperas maka akan menyemprotkan pasta gigi keluar dari ujung terbuka yang satunya. Tekanan diberikan pada tabung dan ditransmisikan secara merata ke seluruh pasta gigi. Ketika tekanan mencapai ujung terbuka, kemudian memaksa pasta gigi keluar melalui lubang tersebut.
2.
Rem Hidrolik
Contoh lain betapa
bergunanya hukum pascal adalah prinsip kerja rem hidrolik dalam kendaraan bermotor
seperti mobil. Rem hidrolik dalam mobil menggunakan cairan untuk mengirimkan
tekanan, gaya yang diberikan pada pedal akan diteruskan ke silinder utama yang
berisi minyak rem. Selanjutnya, minyak rem tersebut akan menekan bantalan rem
yang dihubungkan pada sebuah piringan logam sehingga timbul gesekan antara
bantalan rem dengan piringan logam. Gaya gesek ini akhirnya akan menghentikan
putaran roda.
3.
Dongkrak Hidrolik
Dongkrak digunakan
untuk mengangkat mobil yang akan dicuci menggunakan hukum pascal. Saat kita
mendorong salah satu piston dengan gaya f maka fluida didalamnya tertekan
kemudian menyebarkan tekanan dengan merata ke segala arah, sehingga mampu
menekan piston lain yang ditumpangi mobil yang kemudian terangkat ke atas.
4.
Suntikan
Begitupun dengan
suntikan, kita memberikan tekanan pada salah satu ujung suntikan kemudian
cairan keluar melalui ujung tajam jarum suntikan tersebut. dan masih banyak
contoh lainnya.
![]() |
Mengapung
Karena bendanya
seimbang, maka :
åFy = 0
Fa
– w = 0
Fa = w
Fa = mb g
Fa = (rb Vb) g
(rf Vbf)
g = (rb Vb) g
rb = (Vbf/Vb) rf
Atau
rb = (Vbf/Vb) rf
= (A
hbf / A hb) rf
rb = ( hbf / hb
) rf
Dengan
:
rb
= massa jenis benda (kg / m3)
rf
= masa jenis fluida (kg / m3)
hb
= tinggi benda (m)
hbf
= tinggi benda dalam fluida (m)
Kesimpulan
:
Benda
yang dicelupkan ke dalam fluida akan mengapung, bila massa jenis rata – rata
benda lebih kecil daripada massa jenis fluida.
Syarat benda mengapung :
rb < rf
Melayang
Syarat benda melayang
:
Fa = w
(rf Vbf)
g = (rb Vb) g
rf = rb
Kesimpulan
:
Benda
yang dicelupkan ke dalam fluida akan melayang, bila massa jenis rata – rata
benda sama dengan massa jenis fluida.
Syarat benda melayang:
rb = rf
Tenggelam
Dengan cara yang sama
di peroleh :
rb
> rf
Kesimpulan :
Benda yang dicelupkan
ke dalam fluida akan tenggelam, bila massa jenis rata – rata benda lebih besar
daripada massa jenis fluida.
TEGANGAN PERMUKAAN
Secara matematis
tegangan permukaan di rumuskan :
Atau







0 komentar:
Posting Komentar